Jakarta 25 Februari – Kolaborasi organisasi petani di tingkat Asia semakin menunjukkan dampak nyata dalam memperkuat ketahanan usaha pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani kecil. Inisiatif yang diorganisir  oleh Asian Farmers’ Association for Sustainable Rural Development menegaskan pentingnya peran organisasi petani sebagai motor penggerak dalam pembangunan sektor pertanian khususnya agribisnis yang harus diwujudkan harus lebih  tangguh dan berkelanjutan.
Organisasi Petani sebagai Kunci Kemandirian
Melalui organisasi yang kuat, petani tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam rantai nilai pertanian. Pendekatan ini membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat posisi tawar petani di tingkat lokal maupun regional.
Di Indonesia, semangat ini sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh JAMTANI dalam memperkuat kapasitas petani melalui pendekatan berbasis komunitas, pembelajaran kolektif, pengembangan berbagai upaya penguasaan sektor hulu dan hilir, perlunya  mempromosikan berbagai  produk termasuk hasil hutan rakyat.
 
Prestasi dan Penghargaan JAMTANI di Tingkat Asia
Dalam rangkaian penutupan kegiatan Regional Wrap-Up APFP-FO4A yang telah dilaksanakan pada periode 2021-2025, JAMTANI menorehkan berbagai penghargaan di tingkat regional.
JAMTANI berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Faces of Family Farming Photo Contest 2026 APFP-FO4A, yang mengangkat kisah dan wajah petani keluarga dari berbagai negara Asia.
Selain itu, secara khusus JAMTANI juga memperoleh sejumlah penghargaan, yaitu:
Commitment to Environmental Sustainability, sebagai apresiasi terhadap praktik pertanian berkelanjutan
Certificate of Participation dalam Photo Contest

Certificate of Participation – Young Farmers Empowerment, atas kontribusi dalam penguatan kapasitas petani muda
Pada kategori grup, bersama dengan anggota APFP-FO4A se-Indonesia turut berkontribusi dalam capaian regional, termasuk penghargaan Outstanding Product of Young Farmers dalam Pameran produk yang diadakan selama acara berlangsung.
Sementara itu, salah satu perwakilan staf JAMTANI, Novianto, juga menerima Certificate of Participation setelah mengikuti kegiatan Coffee Tasting dalam APFP-FO4A Regional Coffee Cupping.
 
Kemitraan Perkuat Ekosistem Pertanian
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kuatnya kemitraan lintas sektor yang mendukung pengembangan usaha pertanian berbasis organisasi. Kolaborasi ini membuka peluang transfer pengetahuan, akses pembiayaan, serta pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan petani.

Di tingkat lokal, JAMTANI juga mendorong penguatan kapasitas melalui berbagai inisiatif pembelajaran dan pendampingan yang melibatkan petani, komunitas, dan pemangku kepentingan.
Jawaban atas Tantangan Perubahan Iklim

Penguatan organisasi petani juga menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Melalui penerapan praktik agroekologi, diversifikasi usaha, dan inovasi berbasis lokal, petani didorong untuk lebih adaptif sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dengan capaian di tingkat regional ini, penguatan organisasi petani di Indonesia diharapkan terus berkembang untuk mendorong kemandirian, daya saing, serta ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Bravo petani Indonesia…!