Januari 2026 - JAMTANI menggelar kegiatan Sosialisasi Participatory Climate Risk Assessment (PCRA) dan Participatory Assessment of Climate and Disaster Risks (PACDR) di dua Desa (Babakan, Pangandaran & Bunisari, Cigugur) Kabupaten Pangandaran. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi dampak negatif perubahan iklim terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, sumber air bersih, serta mata pencaharian masyarakat di wilayah terdampak.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pemerintah Desa dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat serta pemangku kepentingan lokal. Peserta yang hadir berasal dari perangkat desa, kepala dusun, BPD, kelompok wanita tani, petani muda, tokoh masyarakat, tokoh tani dari wilayah terdampak banjir dan kekeringan, tim siaga kebencanaan, hingga unsur keamanan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Total peserta yang mengikuti kegiatan mencapai 65 orang.

Dalam sambutannya, Direktur JAMTANI menyampaikan bahwa perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani. Perubahan pola musim, meningkatnya ancaman banjir dan kekeringan, hingga menurunnya produktivitas pertanian menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama dan berbasis data lapangan.

Tidak hanya itu dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kegiatan PCRA+PACDR bertujuan untuk melakukan penilaian risiko iklim secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai sumber informasi utama. Pendekatan ini dinilai penting agar hasil kajian benar-benar sesuai dengan kondisi lokal dan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi adaptasi perubahan iklim di tingkat desa.

Materi sosialisasi mencakup pengenalan tujuan PCRA+PACDR, metode pengumpulan data, hingga mekanisme pelaksanaan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD). Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan tindak lanjut yang akan dilakukan, seperti pengambilan data lapangan, pelatihan enumerator, serta penyusunan peta risiko bencana iklim dan potensi berbasis partisipasi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, JAMTANI berharap masyarakat pada dua desa tersebut dapat lebih memahami dampak perubahan iklim sekaligus terlibat aktif dalam proses identifikasi risiko dan penyusunan rekomendasi strategis yang adaptif dan relevan berdasarkan kondisi lokal sebagai upaya pengurangan risiko bencana iklim dan penguatan ketahanan masyarakat di wilayah Kabupaten Pangandaran.