PANGANDARAN – Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI) bersama United Evangelical Mission (UEM) menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan kunjungan lapangan pertanian ramah iklim yang diikuti peserta dari Filipina, Sri Lanka, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan, dan Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 20–29 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan pertukaran pengalaman antarpeserta.
Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat JAMTANI dan kelompok dampingan JAMTANI di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, serta Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Selama pelatihan, peserta mengikuti berbagai materi mengenai perubahan iklim, cuaca dan iklim, agroekologi, Analisis Agroekosistem (AESA), kalender musim, ekologi tanah, nutrisi tanaman, pertanian digital, serta pengembangan usaha tani.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami tantangan perubahan iklim dan mengembangkan sistem pertanian yang lebih adaptif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Partisipasi peserta memperkaya kegiatan ini sebagai wadah bertukar pengalaman terkait kondisi dan tantangan pertanian di daerah masing-masing.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan melalui kombinasi pembelajaran di kelas, diskusi, praktik, dan kunjungan lapangan. Peserta mengikuti berbagai praktik, seperti penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan Perangkat Uji Pupuk Organik (PUPO), penyusunan kalender musim, pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL), Pupuk Organik Cair (POC), serta praktik perbanyakan agens hayati Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens melalui media perbanyakan cair, serta Trichoderma spp. melalui media perbanyakan kering.

Peserta juga mempelajari pemanfaatan teknologi dalam pertanian melalui praktik budidaya melon dengan sistem fertigasi. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada sistem pengairan dan pemberian nutrisi yang dilakukan secara lebih efisien melalui teknologi otomatis. Sistem pengairan pada budidaya melon tersebut dapat dikendalikan menggunakan smartphone, sehingga petani dapat melakukan pengaturan dan pemantauan pengairan secara lebih praktis. Pembelajaran ini memberikan gambaran kepada peserta mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pertanian yang lebih efisien dan adaptif.
Berikutnya mereka melakukan kunjungan lapangan ke Azolla Farm di Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap. Dalam kunjungan tersebut, peserta mempelajari pengembangan budidaya Azolla, budidaya ikan dengan sistem bioflok, serta budidaya bebek sebagai bagian dari pengembangan pertanian terpadu.
Hari yang lain, peserta mengunjungi Taruna Tani Mekar Bayu di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Di lokasi tersebut, peserta mempelajari berbagai praktik pertanian yang dikembangkan di kawasan Desa Model Iklim, termasuk budidaya anggur, hidroponik, serta pengembangan produk olahan berbasis hasil pertanian.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kunjungan ke Kelompok Home Industri Srikandi Mandiri di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Peserta mengikuti pembelajaran dan praktik pembuatan opak, pemanfaatan tungku hemat energi, serta pengembangan produk olahan berbasis potensi lokal.

Melalui rangkaian pelatihan dan kunjungan lapangan tersebut, peserta dari Filipina, Sri Lanka, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan, dan Jawa Timur memperoleh pengalaman belajar secara langsung dari berbagai praktik yang dikembangkan oleh masyarakat dan kelompok dampingan JAMTANI.
Kegiatan pelatihan UEM bersama JAMTANI ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, jaringan, serta kolaborasi antarpeserta. Berbagai pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing untuk mendorong pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan berkelanjutan.